Selasa, 08 September 2009

Struktur Diklat Puskesmas Batua

STRUKTUR ORGANISASI DIKLAT
PUSKESMAS BATUA


1. Penanggung jawab : dr.Hj.Eny Murtini,M.Kes
(Kepala Puskesmas Batua)

2. Koordinator diklat : Ramluddin,SKM

3. Sekretaris : Arfain,SKM

4. Bendahara : Lusiana,AMK

5. Pembimbing Siswa Mahasiswa :

a). Fak. Kedokteran : 1) Dr.Hj.Eny Murtini,M.Kes
2) Dokter Umum Puskesmas Batua

b). Fak. Kedok. Gigi : 1) drg. Nurwahidah
2) Dokter gigi Puskesmas Batua

c). Keperawatan :

1) S1 Kep : 1) Herawati,S.Kp,Ns
2) Marwah,Skp,Ns

2) D3 Kep/ : 1) Ramluddin,SKM
SMK Kep 2) Lusiana, AMK
3) Abd. Latif,SKM
4) Maritha Pasenggong,AMK
5) Muliana,AMK
6) Sundari,AMK
7) Reskiati Aprianti,AMK

d). D3 Kebidanan : 1) Hermin Lambe,SKM
2) Herlina AR,A.Mkeb
3) Adriyani Amiruddin,A.MKeb
4) Ratih Puspita Ratu, A.Mkeb

e). Farmasi : 1) Decy Tandilinting,S.Si.Apt
(SMK,D3,S1) 2) Miryam






f). FKM :
1) Epidemiologi : 1) Ramluddin,SKM
2) Naba,SKM

2) AKK : 1) Abd.Latif,SKM
2) Arfain,SKM
3) H.Muchlis Ali,SKM

3) Gizi/Kespro : 1) Hermin Lambe,SKM
2) Hj. Rosdiana,AMKG
3) Naomi,B.Sc

4) Kesling/Promkes: 1) Nurjannah,SKM
2) Rita,AMKL

g). APIKES
(Rekam Medik) : 1) Ramluddin,SKM
2) Syarifuddin,AMK
3) Hj.Kurniati, S.Sos

h). Perawat Gigi : 1) H. Muchlis Ali,SKM
2) Nurhaedah,BSc

i). D3/SMK Analis : 1) Naba,SKM

j). D3 Gizi : 1) Rosdiana,AMKG
2) Naomi Pangingi,B.Sc
3) Nurhaedah, B.Sc

k). Penelitian/Pengambilan Data/ Institusi Non Kesehatan :
: 1) Ramluddin,SKM
2) Nurlaela Ridha


Makassar, Juli 2009
Kepala Puskesmas Batua,



Dr.Hj. Eny Murtini,M.Kes



PROSEDUR PELAKSANAAN PRAKTEK/MAGANG
SISWA MAHASISIWA DI PUSKESMAS BATUA


1. Semua institusi pendidikan yang akan menggunakan Puskesmas Batua sebagai lahan praktek sebelumnya menyampaikan melalui persuratan.

2. Surat tersebut diagendakan pada surat masuk oleh sekretaris diklat, selanjutnya diteruskan kepada Kepala Puskesmas Batua selaku penanggung jawab organisasi Puskesmas Batua

3. Koordinator diklat melakukan koordinasi ke pembimbing lahan sesuai kompetansi siswa mahasiswa yang akan melaksanakan praktek.

4. Ketentuan pembiayaan praktek ditetapkan oleh pihak Puskesmas Batua

5. Institusi pendidikan yang ingin menjadikan Puskesmas Batua sebagai lahan praktek diharapkan membuat MOU antara pihak puskemas Batua dengan institusinya.

6. Demikian prosedur ini dibuat untuk manjadi bahan acuan dalam pelaksanaan praktek/magang siswa mahasiswa di Puskesmas Batua. Hal-hal yang belum tertuang dalam prosedur ini dapat ditambahkan sebagai bagian dari prosedur ini.


Makassar, Juli 2009
Kepala Puskesmas Batua,



Dr.Hj. Eny Murtini,M.Kes

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar